Kamis, 02 Desember 2021
Siang ini saya mencari tangga lagi memanjat grup Belajar Menulis yang diprakarsai Om Jay untuk mencari bahan resume yang masih tertinggal. dari 26 pertemuan yang sudah berjalan saya baru memiliki 18 resume, yang artinya ada 8 resume yang masih terlewatkan. kali ini saya menemukan resume ibu Fatmawati dipertemuan kesatu yang dimoderatori oleh ibu Maesaroh mendampingi Ibu Dra. Sri Sugiyanti yang belakangan baru saya tahu bahwa beliaulah yang akrab disapa dengan Ibu kanjeng. Figur senior yang penuh semangat menjadi inspirasi tersendiri bagi saya yang awalnya pemalas dalam menulis bisa bertahan komunitas ini hingga sekarang.
Bagaimana tidak menggugah semangat menurut semua peserta Ibu Kanjeng mulai belajar menulis sudah berada pada usia 50 tahun denga prinsip lebih baik terlambat daripada tidak sehingga dalam konteks ini beliau mempunyai juluka sebagai ulama (usia lanjut masih aktif) . Dengan tekad untuk mengatasi semua kendala sebagai upaya untuk memotivasi diri Ibu Kanjeng berhasil dengan karya - karya hebat dalam sajak-sajak literasi sebagi jembatan untuk menyelamatkan anak negeri.
MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION
Menulis adalah sebuah kegiatan mencurahkan Ide, Fikiran, gagasan dalam bentuk tulisan dengan tujuan untuk mempengaruhi (menghibur, melaporkan, menceritakan) kepada pembaca. Kegiatan menulis memerlukan kemampuan berfikir yang serius dan intelektual yang tinggi agar hasil tulisannnya dapat berpengaruh positif dengan banyak manfaat bagi orang lain. Selain implementasi dari Khoirunnas anfa'u linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain), keharusan belajar sepanjang hayat yang tertuang dalam Qur'an Surat Al-Alaq menulis juga menjadi langkah untuk merubah diri.
Passion merupakan perasaan semangat yang luar biasa dan timbul saat seorang individu melakukan suatu hal. Contohnya seperti perasaan semangat ketika Anda mengikuti suatu perlombaan atau perasaan semangat ketika Anda melakukan suatu hal seperti mengerjakan hobi Anda.
Menjadikan menulis menjadi passion akan mengalami banyak sekali kendala dari dalam diri sendiri dan hambatan dari berbagai macam hal. Kendala yang sering dihadapi oleh seseorang yang baru memulai belaja menulis adalah seperti merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, merasa minder dan tidak suka menulis. Sementara itu hambatan yang dijumpai adalah , tidak memiliki waktu karena tugas lainya, dianggap sepele oleh orang lain, dianggap tidak mampu oleh orang lai, tidak ada yang membimbing, dan tidak memiliki komunitas yang mendukung.
Kendala dan hambatan tersebut dapat dirubah perlahan dengan cara:
1. Merubah mindset dan Memulai menulis dari sekarang
2. Menulis hal - hal yang disukai/membuat bahagia
3. Masuk Komunotas
4. Ikuti saran guru/Pembimbing
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum menulis, yaitu :
1. Read, untuk menjadi seorang penulis perlu banyak membaca dari berbagai sumber sehingga dapat memperluas wawasan, pengetahuan dan memunculkan banyak ide dan gagasan yang akan memudahkan dalam menulis
2. Discuss, ide dan gagasan yang muncul perlu diselaraskan dengan sumber bacaan yang sudah dibaca atau bisa juga didiskusikan dengan mentor.
3. Look and Feel baik secara langsung maupun apa yang kita lihat atau baca di media.
4. Socialize, berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat diserap.
Langkah yang harus ditempuh untuk menjadi seorang penulis yang baik adalah :
1. Menggali dan menemukan ide dengan melakukan pengamatan, kajian pustaka atau melakukan brainstorming.
2. Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca sehingga yang akan ditulis disesuaikan dengan sasaran pembaca.
3. Menentukan topik/tema
4. Membuat outline sebagai bentuk kerangka yang menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis sehingga yang akan ditulis menjadi fokus dan tidak kehilangan arah.
5. Mengumpulkan bahan materi/buku untuk memperkaya perspektif dan referansi serta semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.
Hal yang terpenting dalam menulis adalah segera selesaikan ide atau gagasan yang muncul tanpa perlu diedit oleh diri sendiri. setelah tulisan selesai langkah selanjutnya adalah mendiskusikan hasil tulisan kepada ahlinya untuk proses editing (membaca ulang, mengedit tulisan, tanda baca), revising (mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah, mengevaluasi naskah) dan publishing (Pengiriman naskah, pracetak, pencetakan, promosi dan distribusi).
Dengan konsistensi dan kesabaran yang terus - menerus dilakukan perlahan - lahan Menulis bisa menjadi passion atau semacam hobi bahkan menjadi kecanduan sehingga dapat menghasilkan karya yang berhasil terbit dan laku dipasaran.
BELAJAR SEPANJANG HAYAT
SALAM LITERASI
MENULISLAH SETIAP HARI DAN TEMUKAN KEAJAIBAN
luar biasa, terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik.
BalasHapus