ANAK MUDA BERANI BIKIN PERUBAHAN DI DUNIA DIGITAL GMLD 10
Seharusnya saya sudah menyelesaikan resume ini sepekan yang lalu karena berbagai kegiatan yang harus saya laksanakan sebagai kewajiban seorang ketua salah satu organisasi maka terpaksa saya tidak mempunyai kesempatan untuk sekedar membuka laptop berselancar jari. Pekerjaan rumah tangga sudah menumpuk, tugas wajib sebagai guru tidak kalah menanti menjelang PAS seperti ini. Hampir saja saya ingin memencet tombol keluar grup karena membayangkan banyaknya resume yang teringgal. Saya teringat nasehat para mentor "JIKA BUKAN ANAK RAJA MAKA MENULISLAH" saya urungkan niat tersebut. Saat menengok grup GMLD 456 Pesan belum terbaca sejak Senin, 22 Nopember 2021 sementara inni sudah tanggal 30 Nopember 2021 jari disebelah tangan saya sudah tidak cuku untuk menghitung materi yang tertinggal.
Alhamdulillah Alloh membuka kembali semangat mengejar ketertinggalan. saya mulai dengan meresume " Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital" yang dimoderatori oleh Bapak Muliadi Mendampngi Narasumber Ibu Rosminiyanti. Beliau berhasil menghabiskan 35 resume dikelas belajar menulis sebelumnya. sehinga wajar jika beliau menjadi penulis terbaik dengan karyanya Jendela Literasi. Ketulusan dan kegigighan beliau berbuah sangat manis dan bermanfaat untuk orang banyak.
Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital
Kata kunci dari materi ini adalah
1. Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).
2. Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.
Mengapa perlu melakukan perubahan di dunia digital?
1. Kebutuhan. Perubahan dan perkembangan teknologi tak luput pula terjadi pada bidang pendidikan. Mau/tidak mau, suka/tidak suka, sebagai guru kita juga harus mengikuti perubahan tersebut. Untuk data GTK dan peserta didik, semuanya kini sudah menggunakan digitalisasi/online. Guru-guru dituntut untuk bisa mengisi datanya secara mandiri terkait data personal maupun riwayat pendidikan/pekerjaan, dan lain sebagainya.
Tak hanya itu, derasnya laju informasi di bidang ilmu pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menuntut guru untuk melakukan perubahan. Jika tidak, ada kemungkinan kita akan ditinggalkan oleh murid-murid kita.
2. Menyalurkan hobi. (sudah dijelasakn narasumber sebelumnya)
3. Tambahan penghasilan. (sudah dijelaskan narasumber sebelumnya)
4. Berbagi (sudah dijelaskan narasumber sebelumnya)
| Hal-Hal yang mempengaruhi Perubahan di Dunia Digital
1. Tekad/semangat. Jika sudah ada keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan di dunia digital, maka kita akan berusaha belajar kapanpun, di mana pun, dan dengan siapa pun.
2. Lingkungan. Pengaruh lingkungan besar sekali terhadap perubahan kita di dunia digital. Apabila kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat aktif bergelut dalam dunia digital, secara sadar atau tidak, kita pun akan ikut arus tersebut. Sebaliknya, jika lingkungan kita termasuk golongan terbelakang, otomatis kita juga akan jalan di tempat.
3. Sarana/Prasarana. Dunia digital terakit erat dengan sarana/prasarana (gawai, laptop, PC, kuota data internet, jaringan, listrik, dll.). Jika fasiltas tidak dimiliki/tidak mendukung, tentu saja kita tidak bisa melakukan perubahan di dunia digital.
4. Kesempatan. Terkadang kita temukan keadaan seseorang ingin melakukan perubahan di dunia digital, namun karena tidak ada kesempatan, maka perubahan itu pun menjadi tertunda.
5. Dukungan. Ada kalanya, untuk melakukan perubahan, kita memerlukan dukungan orang-orang di sekitar kita dalam bentuk dukungan fisik, mental, dan finansial. Hal ini penting, karena melakukan perubahan di bidang digital bulkanlah hal sederhana bagi orang-orang tertentu.
Kita semua di sini adalah motivator, yang artinya orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak. (KBBI V online).
Dalam hal ini, kita berperan sebagai motivator bagi anak muda (murid-murid, anak-anak kita) untuk berani melakukan perubahan di dunia digital.
Untuk bisa menggerakkan orang lain agar berubah, tentunya kita sudah harus menggerakkan diri kita sendiri untuk berubah. Mengapa? Karena kita adalah guru dan orang tua yang menjadi model bagi murid-murid dan anak-anak kita.
Jenis-jenis PErubahan di Dunia Digital
1. Tidak bisa -> bisa;
2. Tidak berani -> berani;
3. Sudah bisa -> banyak/terampil;
4. Banyak -> berkualitas;
5. Sendiri -> kolaborasi;
6. Sederhana/biasa -> istimewa/unik/menarik;
7. Tidak berguna -> bermanfaat;
8. Untuk sendiri -> berbagi/inspiratif/memotivasi;
9. Dan lain-lain.
Tidak ada yang terjadi secara instan dalam merubah kepada kebaikan semua butuh proses, kesabaran, dan ketekunan. Buang jauh - jauh rasa minder karena melihat karya hebat orang lain. Jadikan itu semangat jika orang lain bisa maka kita juga pasti bisa jika mau melakukan hal yang sama dengan memulai hal-hal berikut:
1. Mengubah mindset (pola pikir), antara lain:
• Usia tua Merasa muda ( usia boleh tua tapi semangat tetap muda)
• Guru jadul -> Guru gaul (walaupun guru jadul harus tetap gaul)
• Tidak sempat ->Menyempatkan diri ( semua orang hanya punya 24 jam sehari jika orang lain bisa maka saya pasti bisa)• Tidak mampu -> Saya bisa ( Bukan bisa atau tidak tetapi mau atau tidak)
2. Meluruskan niat. Niatkan perubahan yang kita lakukan untuk kebaikan umat, khususnya anak-anak didik kita. Tidak tertutup kemungkinan, pada saat kita melakukan perubahan, banyak kendala yang menghadang. Jika niat kita baik, hanya mengharapkan rida Allah, maka akan ada banyak jalan yang memudahkan urusan kita.
3. Berani keluar dari zona nyaman. Hal ini tidak gampang dilakukan. Banyak kesenangan yang harus ditukar dengan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dalam gerakan perubahan diri.
Cara yang paling ampuh adalah dengan memaksakan diri. Perbuatan baik dimulai dari keterpakasaan, kemudian berubah menjadi kebiasaan, selanjutnya menjadi kebutuhan. Apabila sudah sampai pada kebutuhan, jika kita tidak melakukannya, kita akan merasa haus dan lapar.
4. Bergabung dalam komunitas. Hal ini penting. Berada dalam ruang lingkup yang sempit, membuat kita sulit berkembang. Berada dalam komunitas, menjadikan kita semakin terbuka terhadap perubahan. Banyak sekali hal baru yang menginspirasi, memotivasi, dan menguatkan kita untuk mengubah diri. Bahkan, kesempatan berkembang luar biasa terbuka lebar. hal tepat bergabung denga Belajar Menulis PGRI dan Guru Motivator Literasi Digita PGRI.
5. Bangun kolaborasi. Sebagai manusia yang sarat dengan keterbatasan, kolaborasi penting dilakukan. Dengan kolaborasi, kekuatan menjadi berlipat ganda, dan kekurangan bisa ditutupi. Akhirnya, terciptalah karya yang luar biasa.
https://www.youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs
6. MULAI. Gerakan apa pun tidak akan berjalan tanpa memulainya. Karena itu, mulailah saat ini, dan jangan pernah menundanya lagi.
" Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital” bagi anak-anak kita, kita tidak perlu mengajari mereka cara menggunakan platform digital. Mereka jauh lebih pintar dan terampil dari pada kita. Sebaliknya, kitalah yang perlu belajar dari mereka bagi anak-anak kita, kita tidak perlu mengajari mereka cara menggunakan platform digital. Mereka jauh lebih pintar dan terampil dari pada kita. Sebaliknya, kitalah yang perlu belajar dari mereka. Kita hanyha perlu mengalihkan sedikit kegiatan mereka yang habis untuk befrmaingame dengan memnfaatkan platform Digital.
Cara yang dapat dilakukan agar Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital adalah:
1. Kolaborasi. Kita berada pada komunitas sekolah yang luas. Anak-anak didik kita jumlahnya banyak. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi di antara sesama guru.
2. Melakukan sosialisai tentang literasi digital. Kita bisa menggunakan materi yang sudah kita peroleh dari pelatihan GMLD ini. Untuk waktunya:
• Pertemuan langsung/tatap muka di dalam ruangan kelas;
• Pada saat upacara atau waktu khusus.
3. Memfasilitasi murid-murid kita melakukan hal-hal positif dalam dunia digital.
• Membuat komunitas di sekolah, misalnya: komunitas bloger sekolah, komunitas YouTuber sekolah, dll.
4. Memotivasi:
• Mengadakan perlombaan;
• Memberikan hadiah, dll.
Semakin bernas. 😊
BalasHapusTerima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik.
BalasHapusKalimat pada paragraf pertama memacu saya untuk segera menuliskan resume...
BalasHapussaya jauuuuhhh sekali tertinggal....
Semoga setelah menulis komentar di blog ini, semangat saya tumbuh kembali...
Terimakasih sudah memotivasi