Jum'at, 19 Nopember 2021
Pertemua ke : 19
Tanggal : 15 NOPEMBER 2021
Materi : Menulis Dikala Sakit
Pemateri : Suharto, S.Ag. M.Pd.
Moderator : Hasima Abdi Putri
Penulis : Rina Yunilawati, S.Pd.Ing.
Jum'at, 19 Nopember 2021 pukul 10.40, Pagi ini setelah melaksanakan rutinitas saya buka kembali laptop saya untuk meresume pertemua ke 19 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Nopember 2021 ini artinya saya sudah menunda 5 hari untuk menulis resume ini. Alhamdulillah hanya itu yang dapat saya lakukan untuk menyukuri kesehatan hari ini karena jari ini masih bisa menarik keatas materi Menulis Dikala sakit yang disampaikan oleh bapak Suharto, S.Ag. M.Pd. Tokoh yang memiliki moto hidup "
belajar, belajar dan belajar" ini menggunakan akunya Instragram ( @Suharto. cingato.cing), Facebook. ( @ Suharto.cingato.cing), Blog (Suharto13bolgspot.com), , (suharto69blogspot.com) dan juga aktif di website YPTD.
💧Profil Narasumber
Bapak Suharto, S. Ag., M. Pd. Beliau akrab dengan sapaan Cing Ato, adapun materi yang akan dibahas malam ini adalah "Menulis dikala Sakit" Asal. Jakarta ( Betawi) bertugas mengajar di MTsN 5 Jakarta Mata Pelajaran Fikih. Beliau meluangkan waktu untuk menekuni belajar menulis dengan mengikuti pelatiahan pelatihan sebagai berikut:
1. Pelatihan menulis bersama KSGN Akhir Desember 2016 di Wisma UNJ Jakarta, selama 3 hari 2 malam.
2. Pelatihan menulis MWC Media Guru di Cipanas Akhir Desember 2017, selama 3 har i 2 malam
3. Pelatihan menulis 2017 bersama Om Jay di acara public speaking di Jakarta
4. Pelatihan menulis 2020 bersama Om Jay angkatan ke 8. ( Dalam kondisi sakit)
5. Pelatihan Desain cover buku dengan pak Ajhinata (2021)
Narasumber
1. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 17
2. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 19
MENULIS DIKALA SAKIT
https://youtu.be/tVSJLPutgtU
https://youtu.be/uye6FLj30GU
" Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai, serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan"
"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi" yang memotivasi saya untuk selalu menulis. kemudian saya buat turunannya"Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi".
Kalimat diatas menjadi jimat sakti bagi Cing Ato dalam memulai karyanya sehingga beliau mengabadikan karyanya dengan bantuan pelukis.
Namun, untung tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak. Tetiba badai tornado menghantam dengan dahsyatnya. Narasumber yang tadinya tinggi, gagah, ganteng dengan sekejap mata lumpuh total tak berdaya, hanya menyisakan mata, telinga, dan otak. Bahkan napas pun tidak bisa. Jika tidak cepat ditangani. Beliau terserang GBS Gullian Barre, Syndrome.
Karena Penyakit ini Cing Ato harus 1,5 bulan di ruang ICU, 3 bulan di ruang HCU, 2 Minggu di ruang inap biasa. Pulang dalam kondisi lumpuh. Satu tahun badan tak bergerak, setelah satu tahun mulai ada gerakan tangan, butuh enam bulan tangan kiri bisa memegang wajah, lalu disusul tangan kanan. Jari tangan masih kaku dan tidak bisa menggenggam, untuk menekan remot saja tidak mampu.1.5 tahun hanya berbaring dan terkadang suntuk menghampiri.1.5 tahun putus dengan dunia luar, tidak tahu perkembangan dunia luar seperti apa.
lalu Cing ato Melanjutkan kisahny.
Suatu hari handphone istrinya tertinggal dan berdering. dengan bantuan Asisten Rumah Tangga Cing Ato berhasil meletakkan di atas dadanya lalu mencoba untuk menyentuh, . Kemudian Cing Ato meminta HP nya yang tidak disentuh selama 1,5 tahun kepada istrinya sekaligus meminta nomor baru.
dari sinilah Cing Ato merasa hidup kembalindengan berusaha menggunakan HP walau tidak bisa menggenggam, cukup beli alat HP lalu disangkutkan pada jari jempol tangan kiri dan menulis menggunakan jari tengah. Bagus jari manis dan kelingking tertekuk hingga tidak menghalanginya untuk menulis. Karena jari tengah yang terpanjang, maka saya gunakan untuk mengetik. Ternyata semua yang terjadi ada hikmahnya. maka itu, saya syukuri saja.
setelah berhasil melacak akun FBnya Akhirnya Cing Ato mulai menulis apa yang pernah beliau baca, lihat, dan saya dengar. Karena saya senang dengan motivasi, maka saya hampir setiap hari menulis artikel sederhana tentang motivasi hidup. Di samping juga menulis tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Kegiatan menulis membuat cing Ato menemukan kembali semangat hidupnya hingga perlahan keadaanya membaik dan terus menulis hingga sambil menunggu dokterpun tetap menulis.
Melakukan terapi sambil menulis
Tidak sampai disini, Cing Ato mengikuti ajakan Omjay lewat Video Call untuk ikut pelatihan menulis. Walau dalam serba keterbatasan dan leher masih memakai alat trakeastomi dan hidung masih memakai NGT untuk selang makan. Saya menyatakan ikut, kalau lelah dan pusing Cing Ato tidak ikut, tapi materinya saya simpan diaplikasi catatan, setelah itu baru dishare ke blog dan Facebook.
Cing Ato berhasil dengan karyanya
Dari yang dilakukan cing Ato banyak guru lain dan teman-temanya mengikuti langkah veliau.
Cing Ato menyerahkan 12 buku dg 6 judul untuk motivasi teman-temanya dan keluar dari zona nyaman
Foto beliau di share ke Kanwil kemenag Jakarta. Dan di respon oleh kasi dan Diundang wawancara untuk persiapan tgl 26 November hari guru. berikut link Youtube kisah Cing Ato.
https://youtu.be/qhzk01Z7y4w
Perjuangan cing ato tidak sia - sia karena penderitaanya membawa beliau ke karya - karya besar diantaranya:
Karya yang sudah dihasilkan diantaranya:
1. Buku ontologi
1) Bukan Guru Biasa (2016)
2) Guru Inspiratif (2020)
2. Buku Solo
1) Mengejar Azan (2018)
2) GBS Menyerangku (2020)
3) Menjadi Pribadi Unggul (2020)
4) Kompilasi Kisah Inspiratif (2021)
5) Belajar Tak Bertepi (2021)
6) Aisyeh Menunggu Cinta (2021)
7) Menepis Kesulitan Menulis (2021)
3. Masih Dalam proses
1) Kado Spesial Sang Bintang ( tinggal menunggu kisah inspiratif dari murid-murid Yang sukses tembus kuliah keluar negeri Jepang, Turki, Mesir, Yaman, Thailand, dan lainnya)
2) Lentera Ramadan ( tinggal disempurnakan sedikit insyaallah, sebelum Ramadan sudah terbit.
3) Cing Ato Berpantun
4) Cing Ato Berpuisi
5) Menulis di Kala Sakit
6) Belajar Fikih ( buku mata pelajaran)
4. Masih Dalam ide
1) Menyongsong Pendidikan Abad 21
2) Menjadi Guru yang dirindukan
3) Mengubah PTK menjadi Buku
4) Mengubah Tesis Menjadi buku
5) dll
Komentar
Posting Komentar