KONSEP BUKU NON FIKSI RESUME KE 15

 


Pertemuan Ke       : 15

Hari/Tanggal       : Jum’at, 05 November 2021

Tema               : Konsep Buku Non Fiksi

Narasumber         : Musiin, M.Pd

Moderator          : Ms. Phia

Gelombang          : 21


Tergabung dikelas BM 22 bersamaan denga GMLD angkatan 1 grup 2 benar-benar sebuah keberuntungan bagi saya bisa menimba ilmu secara langsung dari orang - orang hebat. Mengamati kelihaian para narasumber dan semangat para peserta saya  tertampar keras bahwa ternnyata selama ini saya belum benar benar keluar dari tempurung . Dan dikelas ini saya  "sanes sinten sinten" alias nol besar. Kondisi ini membuat saya makin bersyukur Alhamdulillah dapat belajar sepanjang hayat .



Moderator dipertemuan ke 15 ini adalah Mrs. Phia yang mendampingi Ibu Musiin, M.Pd. Yang berhasil dengan karyanya Literasi Digital Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi.  Beliau menyampaikan bahwa perstasi ini memerlukan proses yang tidak mudah karena mengalami beberapa kendala sehingga dalam pertemuan ini beliau mengupas tuntas pengalamanya yang dikemas dengan rangkaian:


1. Opening

2. Pemaparan Materi

3. Discussion

4. Tutup


Setelah membuka pertemuan dengan Bismillah dan memperkenalkan pemateri Mrs. Phia mempersilahkan Ibu Iim untuk memulai Menyampaikan materinya. Menyimak di awal bahwa hal yang paling bermasalah dalam menyelesaikan karya menulis adalah ketakutan tang timbul dari diri sendiri seperti : 

  1. Takut tidak ada yang membaca.
  2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
  3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ibu Iin menceritkakan bahwaa Sebagai seorang Master  Chef  prof Ekoji memberikan menu yang bisa diolah menjadi hidangan yang bisa dinikmati sesuai selera,menulislah sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai."Why not?"Mengapa tidak karena 
dalam Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang kita miliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. 

Alasan kenapa ingin menjadi penulis adalah :
  1. Mewariskan ilmu lewat buku.
  2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
  3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.


 Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.Contoh: Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara), Pola ke tiga inilah yang di pakai untuk menulis buku Literasi Digital Nusantara
Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
  1. Pratulis
  2. Menulis Draf
  3. Merevisi Draf
  4. Menyunting Naskah
  5. Menerbitkan
Langkah Pertama adalah Pratulis
  1. Menentukan tema
  2. Menemukan ide
  3. Merencanakan jenis tulisan
  4. Mengumpulkan bahan tulisan
  5. Bertukar pikiran
  6. Menyusun daftar
  7. Meriset
  8. Membuat Mind Mapping
  9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Tema bisa kita pilih sesuai passion kita

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Berita di media massa
  4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  5. Imajinasi
  6. Mengamati lingkungan
  7. Perenungan
  8. Membaca buku
Tema yang diambil dari buku Literasi Digital Nusantara adalah pendidikan.pengambilan Ide berasal dari media massa.
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Pada saat saya menulis di awal pandemi Covid-19, jadi semua referensi berasal dari internet.

Referensi terdiri dari :
  1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
  4. Penemuan yang telah didapatkan.
  5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya adalah Daftar isi :

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
  1. Pembagian Generasi Pengguna Internet
  2. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
  1. Media Sosial
  2. UU ITE
  3. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
  1. Pengertian
  2. Elemen
  3. Pengembangan
  4. Kerangka Literasi Digital
  5. Level Kompetensi Literasi Digital
  6. Manfaat
  7. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
  8. Kewargaan Digita
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
  1. Keluarga
  2. Sekolah
  3. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
  1. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
  2. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
  3. Membangun Digital Mindset Warganet +62
berdasarkan kerangka yang ditulis, Bu Musi mengikuti langkah Pak Yulius Roma Patandean merupakan alumni gelombang 8, dengan tuntunan Beliau tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. dari Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis. bisa dilihat pada link di Channel youtube beliau:
  •  (https://www.youtube.com/watch?
  • v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Anotomi Buku
  1. Halaman Judul
  2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
  3. Halaman Daftar Isi
  4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
  5. Halaman Prakata
  6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
  7. Bagian /Bab
  8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
  9. Halaman Glosarium
  10. Halaman Daftar Pustaka
  11. Halaman Indeks
  12. Halaman Tentang Penulis
Menulis Draf
  1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
  2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Merevisi Draf
  1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
  2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
  1. Ejaan
  2. Tata bahasa
  3. Diksi
  4. Data dan fakta
Dalam menyelesaikan karyanya ADA hambatan YANG ditemui oleh Ibu Iin berupa :
  1. Hambatan waktu
  2. Hambatan kreativitas
  3. Hambatan teknis
  4. Hambatan tujuan
  5. Hambatan psikologi
Agar Hambatan tersebut tidak mengganggalkan karyannya maka beliau melakukan hal - hal berikut:
  1. Banyak membaca
  2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
  3. Disiplin menulis setiap hari.
  4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

Dalam membuat resume ini jujur saya banyak kopi paste dari  bapak ibu yang lain yang sudah lebih dulu menyusun Resume. Hehehe Karna walaupun weekend hari ini Sabtu, 6 Nopember 2021 saya punya janji dengan Ibu Kurniati Sai Utami untuk bergabung di Zoominar Mrs. Marta Gheovani di workshop Pembelajaran inovatif Pembatik 2021. dan saya juga harus mengerjakan tugas Flipbook dari APKS PGRI Tanggamus.

Saya Berdo'a semoga istiqomah dalam mengikuti kelas - kelas istimewa ini dan bisa menyelesaikan dengan baik hingga akhir.

semangat pagi
salam literasi
semangat praktik baik






 




Komentar

  1. Pilihan huruf nya menarik, isinya padat juga dengan informasi. Kereen

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRATEGI MENANGKAL HOAKS (RESUME PERTEMUAN KE 5 GMLD2)

ANAK MUDA BERANI BIKIN PERUBAHAN DI DUNIA DIGITAL GMLD 10

CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL RESUME 18 GMLD