INKLUSIVITAS di DUNIA DIGITAL RESUME 8
Kamis, 18 Nopember 2021
Pertemuan ke : 8
Materi : INKLUSIVITAS di DUNIA DIGITAL
Pemateri : MULIADI
Moderator : DAIL MA'RUF
Setelah menyelesaikan Resume pertemuan 8 tentang Menyalurkan Hobi Melalui Platform Digital saya memaksakan diri sendiri untuk melanjutkan menulis resume pertemua ke 8 yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 November 2021. Pertemuan ini dimodertori oleh Bapak Dail Ma'ruf salah satu pembimbing yang telaten dengan pertanyaan para Peserta dikelas GMLD. Pak dail mendampingi Narasumber Bapak Muliadi yang membawakan materi Inklusivitas di Dunia Digital. Pak Muliadi telah lulus di kelas Belajar menulis dengan menyelesaikan 30 resume. Ck ck ck ck artinya beliau tidak meninggalkan satu pertemuanpun dibelajar menulis. Hmmm lagi lagi wajar saja beliau berhasil.
"sabar-sabar"
sementara saya andalkan quote diatas dulu untuk menyemangati diri sendiri.
Quote diatas adalah cara agar saya tetap istiqomah dan tidak tertinggal terlalu jauh. "angel ws angel" begitulah kira-kira tantangan yang harus saya hadapi karena datang dari disi sendiri.
Quote diatas adalah cara agar saya tetap istiqomah dan tidak tertinggal terlalu jauh. "angel ws angel" begitulah kira-kira tantangan yang harus saya hadapi karena datang dari disi sendiri.
INKLUSIVITAS di DUNIA DIGITAL
Inklusivitas berasal dari kata inklusi, kata ini diambil dari kata “inclusion” yang berarti mengajak masuk atau mengikutsertakan. Lawan kata inklusi adalah eksklusif atau eksclusion, artinya menegasi atau mengeluarkan. Dengan demikian inklusivitas merujuk kepada sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan dalam konteks sosial.
Sebagai sebuah sikap, inklusivitas senantiasa dikaitkan dengan sikap masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat digital.
Masyarakat digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru melalui konsep metode baru dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan menukar barang serta informasi.
Ada beberapa alasan mengapa kita masyarakat digital harus inklusif, yaitu:
1. Internet bukan lagi barang baru di Indonesia. Oleh sebab itu internet seharusnya bisa dinikmati oleh siapapun dengan mudah.
Dari data yang ada, tercatat Indonesia sebagai salah satu pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah pengguna internet terbesar. Berdasarkan data internetworldstats, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Sementara rata-rata waktu yang digunakan untuk mengakases internet adalah 8 jam 52 menit atau sekitar 75% dari waktu yang tersedia. Ini luar biasa, mengingat hampir 3/4 waktu dihabiskan hanya untuk mengamati perangkat digital yang ada. Sebagian besar pengguna memanfaatkan media sosial untuk berinterkasi, berkomunikasi, atau sekedar mencari informasi. Tercatat aplikasi yang paling banyak digunakan secara berturut-turut yaitu youtube, whatsapp, instagram, facebook, lalu twitter
2. Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari aspek fisik maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, Oleh sebab itu, perlu disikap secara bijak dan benar, berbagai contoh perpecahan atau perkelahian antara warga terjadi hanya akibat penggunaan media sosial
3. Keunikan yang hadir sebagai sebuah keniscayaan, perlu mendapat perlakuan yang proporsional sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.
4. Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.
Masyarakat digital harus dapat mampu bersimpati dan berempati kepada berbagai keunikan akibat keterbatasan fisik atau mental yang diwujudkan dengan menyediakan instrument atau aplikasi yang ramah kepada penyandang disabilitas agar setiap orang dengan segala keterbatasannya dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengembangan diri
Dari alasan 1-4 mengungkapkan bahwa kita tidak bisa menghindari era digital... hanya 2 pilihan ikut atau ditinggalkan. Lantas bagaimana sebaiknya kita menghadapinya?
Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan layanan internet untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya, termasuk juga penyandang disabilitas.
Tiga hal penting yang terkandung dalam inklusivitas dunia digital yaitu : Keunikan fisik dan kemapuan, perbedaan keragaman dan keadailan akses digital
Sikap inklusivitas dalam bermedia sosial antara lain dapat dapat diwjudkan dengan sikap saling menghargai dan menghormati hak dan pendapat orang lain, kemudian dapat menerima dan menghargai perbedaan. Sepanjang hal tersebut tidak berkaitan dengan sikap menghina atau bully atau sejenisnya, sebaiknya kita hargai saja sebagai keragaman dalam berpikir. Mungkin, salah satu tindakan yang bijak perlu diblokir sepanjang hal tersebut tidak pihak lain
Komentar
Posting Komentar